Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Dalam tiga tahun terakhir, anggaran pendidikan mengalami lonjakan dahsyat sebagai implikasi amanat UUD 1945 Pasal 31 Ayat 4 yang menyatakan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan. Pada tahun 2005 alokasi anggaran pendidikan baru sebesar Rp 78,5 triliun, tahun 2012 diperkirakan melonjak hingga Rp 286,6 triliun sesuai dengan nota keuangan RAPBN 2012 yang disampaikan Presiden tanggal 16 Agustus 2011. Anggaran pendidikan secara otomatis akan terus naik dengan sendirinya seiring dengan kenaikan anggaran belanja negara.

Asumsi dari penetapan proporsi baku 20% anggaran pendidikan dalam konstitusi adalah bahwa dengan alokasi anggaran yang memadai maka upaya percepatan meraih tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembukaan akses pendidikan seluas-luasnya dan penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas bagi warga negara dapat dipenuhi oleh negara. Namun fakta yang kita jumpai wajah pendidikan kita masih buram, belum benderang, meskipun ratusan triliun telah digelontorkan untuk pendidikan.

Lanjut Baca »

Credible India

In informal discussion when I was asking to my Indian colleague about the challenges of India to be an advanced country, he said convincingly, “Our challenge is over population. India has more than 1 billion populations and it is not quite easy to manage many people which have many aspirations, interests, and partly lives below poverty line”. He also mentioned several advanced countries such as Singaporeand European countries that have small population which is under 50 million. If such circumtances prevail, India is no longer to be advanced countries. Unfortunately, the reality couldn’t be avoided and the history couldn’t be reversed.

In different perspective, former Malaysia’s Prime Minister Mahathir Muhammad sees a great population as economic potential. He said Malaysia would not have difficulties to broad their economic market if it had a big population. A big population means a big market for domestic economy. They can produce many products and services by themselves and then deliver to their domestic market. Thus, the capital will be spinning only in domestic and will benefit for their economic development. Doctrine Swadhesi that was introduced by Mahatma Gandhi is relevant in this context. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.